Selasa, 25 April 2017

SAKIT MAAG GEGARA JAMU

Saya sering menjumpai pasien yang mengeluh nyeri lambung alias maag. Usut punya usut, biang keladinya adalah jamu.

Rata-rata mereka mengaku beberapa hari sebelumnya mengkonsumsi jamu sasetan.

Jika ditelisik lebih dalam, yang mereka minum bukanlah jamu beneran, tapi jamu oplosan.

Jamu yang sudah dioplos dengan obat nyeri, obat radang, dan atau obat alergi. Disini, beras kencur atau kunyit hanya sebagai penyamar.

Karena sudah bercampur dengan obat kimia, maka efeknya pun dahsyat. Pegel linu hilang secara ajaib , tubuh terasa sangat nyaman, dan nafsu makan meningkat.

Tapi tak berapa lama kemudian, efek samping pun mendera. Efek jangka pendek, dinding lambung terkikis. Sedangkan jangka panjang, gangguan ginjal, hipertensi, diabetes, dan berbagai macam penyakit lainnya.

Oleh karena itu, minum jamu oplosan yang ga jelas merk dan asal usulnya seperti kata pepatah, "berenang-renang kehulu, berakit-berakit ketepian; tubuh nyaman dahulu, muncul efek samping kemudian".

Bagaimana jika terlanjur?

Langkah pertama, hentikan penggunaan jamu oplosan. Langkah kedua, minum obat penetral asam lambung semisal promag, mylanta, dan sebagainya. Boleh tablet, boleh cair.

Jika masih belum sembuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter.  Mungkin dokter akan memberikan obat yang menghambat produksi asam lambung semisal ranitidin atau omeprazol. Jika nyerinya cukup hebat, sekalian diberi antinyeri.

Yang agak repot kalo dinding lambung bocor. Untuk   kasus seperti ini perlu penanganan khusus dan lebih serius.

Sebenarnya kalo dipikir-pikir, jamu oplosan lebih banyak bahayanya ketimbang keuntungannya.

Jadi, mending jangan deh.