Kamis, 04 Mei 2017

3 CARA MENCEGAH TERKENA KANKER SERVIKS

Beberapa tahun lalu tidak ada orang yang menyangka Jupe terkena kanker mulut rahim. Pun demikian dengan Jupe sendiri. Ia tidak menyadari bahwa sel kanker sedang menggerogoti tubuhnya.

Bukan salah siapa-siapa. Tapi murni karena sifat sel kanker yang memang jahat. Sel kanker menggandakan diri secara diam-diam tanpa menimbulkan tanda apapun. Setelah jumlahnya banyak dan menyebar kemana-mana, baru muncul gejala yang beraneka ragam. Pada saat inilah biasanya baru ketahuan seseorang terkena kanker.

Celakanya ketika sudah diketahui, segalanya sudah terlambat. Pengobatan menjadi lebih sulit karena sel kanker sudah ada di banyak tempat. Demikian pula dengan kesembuhan. Kemungkinannya menjadi sangat kecil.

Bermula Dari Mulut Rahim

Sel kanker awalnya jumlahnya sangat sedikit. Area perkembangannya pun terbatas yaitu di mulut rahim atau serviks.

Sel kanker muncul akibat adanya infeksi virus HPV. Virus ini masuk ke dalam sel normal dan mengubahnya menjadi sel monster yang berkembang biak tak terkendali.

Jika dibiarkan, sel kanker akan terus menggandakan diri dengan leluasa. Saat mulut rahim sudah cukup banyak dirusak, sel kanker akan menjajah organ di sekitarnya, antara lain saluran pembuangan air besar dan kandung kencing.

Masih tak puas, sel kanker akan menyebar ke seluruh tubuh dan singgah di berbagai organ tubuh. Kelakuannya pun tak beda dengan di tempat asalnya. Sel kanker akan memperbanyak diri dan merusak organ sasaran. Itulah sebabnya pada penderita kanker yang sudah parah juga mengalami kerusakan ginjal, paru-paru, tulang dan sebagainya.

Ketika kerusakan terjadi dimana-mana, tubuh akan mengalami kegagalan sistem. Akhirnya terjadi kematian.

3 Cara Mencegah

Walaupun mematikan, kanker mulut rahim atau kanker serviks dapat dicegah. Setidaknya ada 3 cara mencegah kanker ini.

Cara pertama, dengan imunisasi HPV. Tujuannya agar kelak seorang wanita tidak terinfeksi virus HPV. Imunisasi dapat diberikan sekitar usia 11 dan 12 tahun. Jadwal pemberiannya yaitu sebanyak tiga kali selang enam bulan.

Cara kedua, dengan pemeriksaan IVA. Kepanjangan IVA adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Pemeriksaan ini sangat sederhana dan dapat dilakukan di puskesmas. Caranya dengan mengolesi mulut rahim dengan cairan asam asetat 3-5%. Jika ada cikal bakal kanker, akan muncul bercak putih. Tindakannya adalah dengan mendinginkan mulut rahim dengan nitrogen cair. Dengan demikian sel yang akan menjadi ganas mati sebelum berkembang.

Idealnya, pemeriksaan IVA dilakukan setiap 3 tahun bagi wanita yang berusia 21 - 65 tahun.

Cara ketiga, dengan pemeriksaan Pap Smear. Pemeriksaan ini mirip dengan IVA, tetapi lebih rumit. Dokter akan mengambil usap mulut rahim dan menempatkannya di kaca kecil persegi panjang. Sel tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Jika tampak sel-sel yang tidak normal, segera dilakukan tindakan. Salah satunya dengan krioterapi menggunakan nitrogen cair.

Jadwal pemeriksaan Pap Smear sama dengan IVA yaitu setiap 3 tahun untuk wanita usia 21 - 65 tahun.

Jika tindakan pencegahan di atas dilakukan dengan tepat, maka kecil kemungkinan akan ada kasus kanker serviks yang ditemukan ketika sudah parah seperti yang dialami Jupe.

Tidak ada komentar: