Jumat, 30 Juni 2017

PENYEBAB KAKI DIABETIK TIDAK NYERI


Salah satu komplikasi serius penyakit diabetes atau kencing manis adalah luka parah pada kaki. Di dalam dunia medis, luka demikian disebut Kaki Diabetik.

Berbeda dengan luka borok biasa, kaki diabetik tidak disebabkan semata-mata infeksi. Penyebab utamanya adalah rusaknya pembuluh darah kecil sekujur kaki. Biangnya kadar gula yang tinggi selama bertahun-tahun.

Jika pembuluh darah yang berfungsi sebagai pipa kecil yang menyalurkan makanan dan oksigen rusak, otomatis daerah pinggiran tidak akan mendapat suplai kedua bahan pokok tersebut. Bisa ditebak, jika sedikit saja ada luka, maka proses penyembuhan akan sulit terjadi. Kondisi ini berkombinasi dengan infeksi bakteri, menyebabkan luka terus bertambah luas dan dalam. Tak jarang, tulang sampai terlihat. Cukup mengerikan.

Tapi ada yang aneh dari luka diabetik: Penderita tidak merasakan nyeri. Koq bisa?

Rupanya, gula darah yang tinggi selama bertahun-tahun tak hanya merusak pembuluh darah, tapi juga serabut saraf. Akibatnya, rangsang nyeri gagal terkirim ke otak. Itulah sebabnya, penderita kaki diabetik anteng-anteng aja, meskipun lukanya sudah sangat parah.

Walaupun tidak nyeri, komplikasi kaki diabetik tetap harus dicegah.  Caranya dengan mengontrol gula darah tetap dalam kondisi normal. Langkah-langkahnya berupa mengatur pola makan, cek kadar gula secara teratur, dan konsumsi obat-obat antidiabetes sesuai anjuran.

Jika ketiga langkah ini dijalankan dengan baik, maka kaki insyaAllah akan sehat-sehat saja.

Penyebab Kaki Diabetik
Pengobatan Kaki Diabetik
Mencegah Kaki Diabetik

Kamis, 29 Juni 2017

SINDROM BRUGADA

Penyakit ini terdengar asing, tapi benar-benar ada di sekitar kita. Salah satu kasus yang menyita perhatian adalah kematian dokter ahli bius di sebuah rumah sakit di Jakarta, yang sebelumnya diduga karena kelelahan bekerja ternyata akibat dari Sindrom Brugada (Brugada Syndrome).

Penyakit Brugada pertama kali dijelaskan oleh Brugada bersaudara (Pedro Brugada dan Josep Brugada) pada 1992. Dua orang ahli medis dari Spanyol.

Ciri utama penyakit ini adalah gangguan irama jantung. Jantung berdetak lebih sering, tapi tanpa tenaga. Saking seringnya detakan tersebut, jantung terlihat seperti gemetar. Dalam dunia medis, fenomena ini disebut fibrilasi.

Sayangnya, karena tenaga tak ada maka darah tak mengalir lancar. Kondisi inilah yang menyebabkan kematian.

Serangan sindrom Brugada lazim terjadi saat tidur. Pencetusnya macam-macam, bisa demam, kelelahan, makanan, obat-obatan dan sebagainya. Tapi ini hanya pencetus. Penyebab dasarnya adalah kelainan genetik pada jantung yang diturunkan dari orang tua.

Sindrom Brugada sering tidak disadari bahkan oleh penderita sendiri. Jarangnya muncul gejala dan gejala yang tidak khas yang menjadi alasannya. Oleh karena itu, angka kejadian penyakit brugada sampai saat ini tidak diketahui pasti.

Cara menghadapi sindrom ini adalah menghindari pencetus dan menanam alat pencegah fibrilasi langsung ke dalam jantung. Untuk ukuran Indonesia, barangkali alat semacam ini belum tersedia di rumah-rumah sakit.

Semoga dengan adanya kejadian yang memprihatinkan di atas, Sindrom Brugada lebih mendapat perhatian, termasuk kesiapan penanganannya.

Rabu, 28 Juni 2017

ANTIBIOTIK UNTUK ANYANG-ANYANGAN

Sakit anyang-anyangan dapat mengenai siapa saja. Tua muda, laki perempuan. Tetapi dari sudut jenis kelamin, perempuan lebih sering terkena.

Penyebab kenapa wanita paling rentan terkena anyang-anyangan adalah urethranya yang pendek. Akibatnya, bakteri tak perlu terlalu bersusah payah untuk mencapai kandung kencing dan menimbulkan infeksi di sana.

Antibiotik untuk anyang-anyangan yang lazim dipakai adalah golongan kotrimoxazol. Dosis dewasa adalah 2 kali 960 mg.

Oh ya, kotrimoksazol termasuk obat daftar G, jadi mestinya dibeli dengan resep dokter.

Obat ini tidak boleh diminum wanita hamil. Oleh karena itu, pastikan memberitahukan dokter jika Anda sedang hamil saat berobat dengan keluhan anyang-anyangan.

Selain antibiotik, dokter juga biasanya meresepkan obat antinyeri dan obat lain sesuai dengan gejala yang Anda alami.

Di samping mengkonsumsi obat, pastikan Anda minum cukup air putih agar kencing lancar dan bakteri terbilas keluar.
Cara ini dapat membantu proses penyembuhan anyang-anyangan Anda.