Sabtu, 25 November 2017

MACAM-MACAM IMUNISASI DASAR

Imunisasi ibarat rumah bagi manusia. Ia dapat melindungi dari terpaan hujan dan teriknya panas. Jika tak ada rumah, dengan mudah manusia basah kuyup ketika hujan atau kepanasan ketika siang terik.

Di Indonesia, ada 5 imunisasi wajib bagi semua bayi baru lahir hingga usia 1 tahun. Oleh karena diwajibkan, maka imunisasi ini diberikan gratis di puskesmas atau posyandu.

Adapun ke-5 jenis imunisasi dasar tersebut adalah:

#1 Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin)

Imunisasi BCG bertujuan untuk mencegah munculnya penyakit TB atau tuberkulosis. Pemberiannya cuma satu kali, yaitu pada saat usia bayi di bawah 1 bulan. Jika pemberian setelah usia 3 bulan, sebaiknya dilakukan uji tuberkulin lebih dahulu. Cara pemberian imunisasi BCG adalah dengan suntikan dalam kulit di lengan atas. Pasca penyuntikan biasanya muncul nanah yang kemudian sembuh sendiri dengan meninggalkan bekas.

#2 Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi Hepatitis B bertujuan untuk mencegah infeksi virus hepatitis B. Virus ini menyebabkan keruskaan hati yang jika dibiarkan berakibat fatal bagi jiwa penderita. Imunisasi ini diberikan 4 kali. Pemberian pertama adalah sedini mungkin, jika memungkinkan dalam usia bayi di bawah 12 jam. Jika tak memungkinkan dapat diberikan kapan saja. Pada pemberian pertama, suntikan hanya berisi vaksin Hepatitis B. Pada pemberian 2,3, dan 4, vaksin hepatitis sudah dalam bentuk kombinasi dengan vaksin DPT. Cara pemberian adalah suntikan di bagian luar paha bayi.

#3 Imunisasi DPT-Hepatitis B

Imunisasi DPT-Hepatitis B bertujuan mencegah empat infeksi sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, dan hepatitis B. Pemberian imunisasi DPT-Hepatitis B pada saat usia bayi 2, 3, dan 4 bulan. Cara pemberiannya dengan menyuntikkan vaksin ke otot paha bagian luar bayi. Salah satu efek samping yang sering membuat repot Ibu dari vaksin ini adalah demam panas pada bayi. Tetapi untungnya demam biasanya hanya berlangsung satu hari, paling lama tiga hari. Untuk mengatasinya cukup diberikan obat parasetamol sirup atau drops.

#4 Imunisasi Polio

Imunisasi polio bertujuan untuk mencegah infeksi virus polio. Virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen jika menyerang bayi. Pemberian imunisasi polio sebanyak empat kali, yaitu sesaat setelah lahir, usia 2,3, dan 4 bulan. Cara pemberiannya sederhana, hanya perlu diteteskan sebanyak 2 tetes ke mulut bayi.

Saat ini ada pula imunisasi polio yang diberikan dengan cara suntikan. Imunisasi ini diklaim lebih aman. Jadwal suntiknya adalah saat usia 2,3, dan 4 bulan.

#5 Imunisasi Campak

Imunisasi campak bertujuan untuk mencegah penyakit campak. Penyakit ini umumnya ringan, tapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan penyakit serius seperti pneumonia, hepatitis, dan radang otak. Cara pemberian imunisasi campak adalah dengan suntikan dan cukup diberikan satu kali pada usia 9 bulan.

Perlu diperhatikan, walaupun imunisasi dasar sudah lengkap bukan berarti bayi terlindung dari segala penyakit, termasuk batuk pilek. Tetapi bayi terlindungi dari tujuh penyakit serius (TB, Hepatitis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, dan Campak). Kalaupun tetap terkena, biasanya hanya ringan. Tak sefatal jika tak pernah imunisasi.

Tidak ada komentar:

BACA JUGA