ANTIBIOTIK UNTUK DIFTERI

Penyebab penyakit difteri adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae dan adalah langkah yang tepat jika pengobatan bakteri menggunakan antibiotik.

Masalahnya adalah, antibiotik apa yang digunakan? Secara banyak sekali macam antibiotik yang saat ini beredar.

Antibiotik pilihan untuk penyakit difteri adalah eritromisin dan penisilin. Dapat juga digunakan obat baru yang segolongan dengan eritromisin, yaitu azitromisin.

Tetapi tunggu dulu, pada penyakit difteri pemberian antibiotik saja tidak cukup. Mengapa?

Bakteri penyebab difteri selain menginfeksi tenggorokan juga memproduksi racun (toksin) yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Racun ini sangat ganas, mampu merusak jantung, otak, dan ginjal. Jika racun tak segera diatasi, jiwa penderita bisa melayang.

Cara untuk mengatasi racun difteri adalah dengan segera menyuntikkan antitoksin difteri. Sayangnya, antitoksin ini sulit didapat dan harganya sangat mahal.

Cara lain untuk mencegah racun berbuat kerusakan adalah vaksinasi difteri. Tapi langkah ini harus dilakukan sebelum terserang penyakit. Ketika vaksin difteri disuntikkan, tubuh akan memproduksi antibodi yang berfungsi menetralkan racun difteri seandainya suatu hari nanti di masa mendatang tubuh terkena difteri.

Di Indonesia, vaksinasi difteri wajib diberikan pada bayi yang berumur 3,4, dan 5 bulan. Sayangnya, banyak orang tua yang enggan memvaksinasi atau mengimunisasi bayinya. Alasannya, vaksin difteri menyebabkan anak demam dan rewel.

Oh ya, vaksin difteri di Indonesia dipaket dengan vaksin lain yaitu vaksin pertusis dan tetanus. Vaksin ini dikenal dengan nama vaksin DPT.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

BACA JUGA

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar