GEJALA ODHA (HIV/AIDS)

“Saya melihat penderita HIV/AIDS atau ODHA banyak yang sehat dan dalam kondisi segar bugar. Apakah memang penderita HIV/AIDS itu tidak bergejala seperti halnya penyakit tuberkulosis atau kanker?”

ODHA adalah singkatan dari orang dengan HIV/AIDS. Atau sederhananya orang yang menderita atau mengidap HIV/AIDS.

Memang sebagian besar ODHA kita lihat baik-baik saja. Bahkan mereka bisa beraktivitas  seperti layaknya orang yang tidak mengidap virus HIV. Tapi sebenarnya ada beberapa di antara mereka yang tak bebas dari gejala, terutama mereka yang tidak meminum obat ARV.

Gejala ODHA bukan berasal dari virus HIV nya sendiri tapi oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit yang leluasa menyerang akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Gejala ODHA dibagi kedalam tiga periode.

Pertama, Gejala Dini Infeksi HIV

Sekitar 80% orang yang terinfeksi virus HIV akan mengalami gejala seperti sakit flu dalam waktu 2 sampai 6 minggu pasca virus masuk ke dalam tubuh.

Gejala-gejala tersebut antara lain adalah demam, menggigil, nyeri sendi, nyeri otot, radang tenggorokan, berkeringat, pembesaran kelenjar, bintik merah di sekujur tubuh, dan merasa kelelahan.

Perlu diingat bahwa gejala-gejala tersebut adalah respon umum tubuh jika ada virus masuk ke dalam tubuh. Virus apa saja termasuk virus influenza atau virus HIV atau DBD atau chikungunya dan sebagainya.

Jadi kumpulan gejala tersebut bukanlah penanda khusus untuk infeksi virus HIV.

Kedua, Periode HIV Tak Bergejala atau Asimtomatik

Setelah hilangnya gejala mirip flu pada periode pertama, maka penderita akan tampak sehat kembali. Tidak ada gejala yang muncul atau disebut asimtomatik. Kondisi ini berlangsung bertahun-tahun bahkan sampai 10 tahun.

Walaupun tak ada gejala yang muncul ke permukaan, di dalam tubuh virus HIV bereaksi diam-diam. Virus tersebut secara perlahan merusak sistem pertahanan tubuh dan organ-organ tubuh.

Karena periode kedua umumnya tak bergejala maka banyak pengidap HIV tidak menyadari bahwa dia membawa virus HIV didalam tubuhnya.

Jika pada periode kedua ini pengidap HIV mengkonsumsi antiretroviral secara teratur dan disiplin maka kerusakan sistem pertahanan tubuh dan organ tubuh dapat dicegah. Hasilnya adalah pengidap HIV akan tampak sehat seperti halnya orang normal.

Ketiga, Periode Infeksi Tingkat Akhir

Jika pengidap HIV tidak berobat maka sistem pertahanan tubuhnya akan terus-menerus menurun. Akibatnya infeksi berbagai macam mikroorganisme merajalela dan menimbulkan berbagai macam gejala. Periode ketiga ini disebut dengan AIDS.

Gejala ODHA yang memasuki periode ketiga antara lain adalah pandangan kabur, diare berkepanjangan, batuk kering, demam berminggu-minggu, keringat malam, napas pendek, pembesaran kelenjar, berat badan menurun, dan muncul bintik-bintik putih pada lidah dan mulut.

Jika periode ketiga atau periode AIDS ini dibiarkan maka dapat muncul penyakit-penyakit yang mengancam jiwa pengidap HIV.

Demikian artikel gejala ODHA, semoga dapat menambah wawasan dari para Pembaca sekalian, terima kasih.




Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

BACA JUGA

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar