Munas I ASDOKI

Sunat hanyalah salah satu kompetensi dokter umum.

Tapi karena sekarang jamannya spesialisasi, banyak teman sejawat yang konsentrasi praktek hanya sunat saja.

Lalu kumpul-kumpul di grup maya whatsapp. Tujuannya selain silaturrahmi, juga berbagi tips dan berbagi pengalaman. Berawal dari bincang-bincang di grup yang aturannya sangat ketat, tiga kartu kuning dan satu kartu merah sebelum diistirahatkan, muncul ide untuk membentuk organisasi resmi.


ASDOKI namanya. Singkatan dari Asosiasi Dokter Khitan Indonesia. Pada munas pertama ini Alhamdulillah saya bisa hadir.

Selain bermunas untuk membentuk ke pengurusan, ada hal penting yang menjadi motivasi peserta termasuk saya untuk hadir jauh-jauh dari pojok tenggara Kalimantan ke Jakarta. Yaitu, mendapat update ilmu sirkumsisi alias sunat yang maju pesat.

Pas hadir di sana, baru lah saya mengenal lebih dekat berbagai teknik sunat seperti Gomco, Klamp (Smartklamp, Alisklamp, Mahdian Klamp, Sunathrone), dan stapler yang cara kerjanya mirip staples kertas. Juga alat suntik tanpa jarum dan bahan untuk ngelem ujung senjata yang baru saja di potong moncongnya. Mirip-mirip lem korea bentuknya.

Sayangnya saya harus pulang sebelum penutupan, karena jadwal keberangkatan pesawat semakin memepet. Alhasil, gagal dapat doorprize :)

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

BACA JUGA

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar