Minggu, 10 Februari 2019

Koq Kuman Bisa Kebal

Salah satu momok di dunia kedokteran adalah kuman kebal terhadap antibiotik. Walaupun diserbu dengan dosis optimal, kuman hanya ketawa ketiwi melanjutkan aksinya.

Koq kuman bisa kebal? Apakah si kuman punya ilmu gaib? Apakah kuman punya intelejensia dan teknologi yang sangat top?

Tidak juga.

Mekanisme kekebalan kuman, baik bakteri, virus, atau parasit, sebenarnya sifatnya hanya kebetulan. Tak ada niat sedikit pun dari kuman untuk menjadikan tubuhnya kebal. Sekali lagi, murni kebetulan. Kalau dari sudut pandang si kuman, mereka mungkin akan menyebutnya anugerah.

Bagaimana kebetulan itu terjadi, begini ceritanya ....

Kita ambil contoh bakteri penyebab kencing nanah, Neisseria gonorrhea. Bakteri ini habitat aslinya adalah di dinding saluran kencing. Di tempat tersebut, bakteri membelah diri berulangkali dalam waktu singkat, menghasilkan jutaan keturunan. Di keturunannya tersebut, ada berbagai macam sifat. Sifat ini dapat saling berbeda akibat mutasi genetik saat proses membelah diri.

image:thenativeantigencompany.com
Dari berbagai sifat, bisa jadi ada salah satu sifat yang mampu menghalangi kerja obat antibiotik. Bakteri mutan yang memiliki sifat seperti ini, mampu bertahan hidup walaupun di bom dengan antibiotik tertentu. Sedangkan, saudaranya yang lain yang ga mutan seperti dia, akan tewas.

Apa yang terjadi kemudian?

Si bakteri mutan akan berkembang biak dengan leluasa, memperbanyak diri tanpa hambatan lagi. Tak hanya itu, jika tuan rumah pemilik penyakit kencing nanah berhubungan dengan orang lain, kuman mutan akan turut berpindah, membuka cabang baru. Jika aktifitas hubungan itu berlanjut ke orang lain lagi, maka muncul cabang baru lagi. Alhasil, bakteri mutan akan tersebar kemana-mana.

Bagaimana cara mengatasinya?

Berikan antibiotik golongan berbeda dengan cara kerja berbeda. Misalnya, jika kuman mutan kebal terhadap sefadroksil, dapat diberikan ofloxasin, atau jenis lain. Tapi situasi tak selalu semudah ini. Kadang-kadang ada kuman mutan yang kebal terhadap beberapa jenis antibiotik dari golongan yang berbeda. Kuman jenis ini disebut multidrug resistant. Untuk mengatasi kondisi ini, jauh lebih sulit.

Untuk mencegah kuman mendapatkan kekebalan, kita manusia bisa mencegahnya. Pertama, jangan minum antibiotik sembarangan dan tak sesuai dosis, misalnya ketika mau ‘jajan’ minum amoksisilin atau ampisilin sebiji. Kedua, menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter, jangan dihentikan walaupun kondisi sudah membaik. Ketiga, bergaya hidup sehat, misalnya tidak jajan sembarangan atau seruduk sana seruduk sini.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

BACA JUGA

    2 komentar:

    1. Saya pernah mengikuti acara yang diadakan kemenkes RI tentang germas. Salah satu materi yang disampaikan adalah tentang bijak mengkonsumsi obat, terutama antibiotik. Karena takutnya muncul penyakit yang disebabkan oleh bakteri yg kebal terhadap antibiotik karena kesalahan mengkonsumsi antibiotik.

      BalasHapus
    2. Betul sekali, antibotik harus dikonsumsi dengan hati hati sesuai anjuran

      BalasHapus

    TERBARU