Jumat, 05 Juli 2019

Akurat mana tensimeter digital dan manual?

Pemakaian tensimeter digital saat ini sudah sangat lazim di masyarakat umum. Tetapi ini memunculkan satu pertanyaan. Apakah tensimeter ini cukup akurat. Akurat mana tensimeter digital dan manual?

Standar tensimeter yang paling bagus adalah tensimeter air raksa (manual) yang biasa digunakan di Puskesmas atau rumah sakit atau praktek dokter. Tapi sayangnya tensimeter ini sudah jarang digunakan karena faktor keamanan lingkungan. Tensimeter yang rusak, air raksanya dapat mencemari lingkungan.

Sekarang pilihannya hanya tensimeter analog atau aneroid (manual) yang menggunakan jarum dan tensimeter digital. Kedua tensimeter ini bisa diandalkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah. Oleh karena itu jangan heran jika di fasilitas kesehatan banyak ditemui penggunaan tensimeter analog maupun tensimeter digital.

Tapi perlu diperhatikan terutama untuk tensimeter digital. Hasil dari tensimeter digital dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekuatan baterai. Jika baterainya soak hasilnya mungkin berbeda dari tekanan darah yang sebenarnya. Oleh karena itu kekuatan baterai harus selalu dijaga yaitu dengan cara menggantinya dengan yang baru jika sudah sering digunakan. Selain itu tensimeter digital yang sudah cukup lama digunakan sebaiknya ditera atau dikalibrasi. Proses tera atau kalibrasi yaitu proses dimana membandingkan hasil tensimeter digital yang kita punyai dengan tensimeter standar. Ara beberapa lembaga yang menyediakan fasilitas kalibrasi alat kesehatan termasuk tensimeter, misalnya BPFK. Singkatan dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan.

Yuk kunjungi channel kami



Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

BACA JUGA

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar