BOLEHKAH MANDI MALAM SAAT MENYUSUI?

Ada anggapan yang beredar di masyarakat bahwa tidak boleh mandi malam saat menyusui. Jika Ibu tetap nekat melakukannya, akan berdampak negatif bagi bayinya. Apakah benar demikian?

Secara medis bolehkah mandi malam saat menyusui?

Mandi malam bagi ibu dipercaya oleh sebagian orang dapat menyebabkan bayi yang disusuinya menderita perut kembung. Pada kenyataannya tidak demikian. Perut kembung pada bayi secara medis tidak ada hubungannya dengan kebiasaan mandi malam ibu.

Penyebab perut kembung bayi ada beragam macamnya. Salah satunya adalah karena perkembangan saluran cerna bayi belum maksimal, sehingga pemberian makanan dalam porsi berlebihan atau jenis tertentu dapat memicu kembung. Beberapa jenis makanan yang kurang cocok adalah sayuran penghasil gas seperti kol, kembang kol, brokoli, asparagus, bawang bombay, dan kacang-kacangan. Penyebab lain kembung pada bayi yaitu posisi menyusui yang kurang pas sehingga udara ikut tersedot, menangis berlebihan, banyak bergerak terutama saat makan, dan sensitif terhadap susu formula tertentu.

Kalaupun gejala perut kembung pada bayi terjadi setelah ibu mandi malam kemungkinan besar karena faktor kebetulan. Kebetulan saat ibu mandi malam bayi juga terpapar penyebab yang telah disebutkan sebelumnya.

Walaupun mandi malam boleh, sebaiknya tetap memperhatikan kondisi air yang digunakan untuk mandi. Air jangan terlalu dingin, tapi suhunya agak hangat dan nyaman ketika disiramkan ke tubuh. Selain itu, segera keringkan tubuh dengan handuk bersih begitu selesai mandi.

Baca Juga

Yuk pasang ...
"Kalender Indonesia Lengkap"

MENGAPA PASIEN TETANUS HARUS DIISOLASI?

Seseorang yang menderita tetanus ketika masuk ke rumah sakit biasanya ditempatkan pada ruangan khusus tersendiri yang disebut kamar isolasi. Mengapa pasien tetanus harus diisolasi?

Pasien tetanus diisolasi dari pasien lain bukan karena pasien tersebut dapat menularkan penyakitnya. Bakteri penyebab tetanus, Clostridium tetani tidak bisa berpindah dari satu orang ke orang lain. Mekanisme infeksi bakteri tersebut bermula dari bentuk spora bakteri yang lazim terdapat di tanah. Spora masuk ke tubuh manusia melalui luka, terutama pada bagian kaki. Setelah berhasil masuk ke dalam luka, spora tetanus akan berubah menjadi bentuk aktif dan berkembang biak. Selama proses perkembang biakan bakteri juga memprodukai racun yang menimbulkan kejang hebat. Baik spora, bakteri aktif, maupun racun tidak bisa menular. Oleh karena itu tujuan isolasi bukanlah mencegah menyebarnya penyakit tetanus.


Alasan utama isolasi pasien tetanus adalah untuk kepentingan pasien sendiri. Pasien tetanus biasanya sangat sensitif terhadap cahaya dan suara. Jika ada suara sedikit saja, sudah cukup memicu munculnya kejang. Demikian pula dengan cahaya. Jika ada rangsang cahaya terang, tubuh pasien akan mulai kejang. Dengan meminimalkan cahaya dan suara, maka frekuensi kejang dapat dikurangi. Untuk mendapatkan kondisi cahaya dan suara minimal dibutuhkan ruang isolasi dimana pasien jauh dari hiruk pikuk pengunjung dan aktifitas di rumah sakit.

Seiring dengan semakin berkembangnya obat antikejang untuk tetanus, maka saat ini pasien tetanus cenderung tidak perlu lagi diisolasi di ruangan khusus. Dengan pemberian obat antikejang yang adekuat, maka rangsang suara dan cahaya tidak berpengaruh lagi terhadap munculnya kejang. Oleh karena itu, pasien tetanus dapat dirawat di ruang ICU bersama dengan pasien lainnya.

Baca Juga

Yuk pasang ...
"Kalender Indonesia Lengkap"

Artikel Lainnya