Kamis, 07 Februari 2019

Fogging DBD

Pas sampai di rumah, anak saya mengingatkan, “jangan masuk kamar dulu, habis di semprot demam berdarah”.

Agak kaget juga. Itu artinya, di sekitar sini dalam jarak sekitar 200 meter ada yang positif demam berdarah dan masuk rumah sakit.

Kalau menurut SOP, kemungkinan akan ada lagi fogging DBD kedua dalam waktu seminggu. Inilah rumus baku fogging fokus.

Tujuan pengasapan alias fogging DBD yang terfokus adalah membunuh nyamuk dewasa dalam radius 200 meter dari rumah penderita. Sehingga nyamuk tersebut keburu tewas sebelum menularkan virus Dengue ke orang lain. Hanya itu. Tidak untuk mencegah DBD dalam jangka panjang.


Kalau untuk jangka panjang, lebih tokcer pemberantasan jentik. Meskipun terkesan kurang keren dibanding dengan deru mesin fogging dan asap tebal putih yang membumbung ke langit-langit. Penelitian membuktikan gerakan menghabisi jentik Aedes sebelum bangkit menjadi nyamuk dewasa sangat efektif mengurangi kasus DBD.

Itulah sebabnya, pemerintah desa atawa kelurahan di banyak tempat menggalakkan pemberantasan jentik. Bisa mandiri, bisa dengan bantuan jumantik, Juru Pemantau Jentik. Tapi karena kata pemantau sering disalahpahmi dengan hanya memantau-mantau, maka istilah tersebut kini diganti dengan jurbastik, Juru Pembasmi Jentik. Tugasnya memantau sekaligus membasmi.

Yuk kunjungi channel kami



Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

BACA JUGA

    2 komentar:

    1. Aku baru tau istilah jurbastik ini. Bagus banget ya concern khusus ke nyamuk

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya Mbak, istilah baru dan belum banyak dipromosikan

        Hapus