Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Trias Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea mata. Kornea adalah bagian bening mata yang terletak paling depan. Fungsinya macam-macam, antara lain pelindung struktur mata di bagian bawahnya da sebagai penerus cahaya atau bayangan dari luar ke lensa mata kemudian ke retina. Meskipun tampak seperti kaca, kornea sejatinya adalah sel-sel yang hidup yang tersusun beberapa lapis. Oleh karena itu, kornea seperti juga bagian tubuh lainnya dapat mengalami infeksi dan peradangan. Saat kornea meradang atau terjadi keratisis, maka muncul berbagai macam gejala. Ada tiga gejala menonjol, sehingga untuk memudahkan mengingatnya disebut sebagai Trias Keratitis. Gejala yang tergabung dalam Trias Keratitis adalah blefarospasme, fotofobia, dan epifora. Blefarospasme adalah gejala berupa kelopak mata sering memejam, sedangkan fotofobia adalah gejala silau melihat cahaya. Oleh karena itu penderita keratisis berusaha menghindar dari sorotan cahaya salah satunya dengan cara sering memejamkan mata. Gejala e

mmHg DIBACA APA?

Kata mmhg sering kita jumpai di dunia medis. Kata ini ditulis sebagai satuan dari tekanan darah. Pertanyaannya mmHg dibaca seperti apa? Sehari-hari praktisi medis membaca mmhg dengan cara memanjangkannya yaitu “milimeter HG (hage)”. Ada juga sebagian orang yang mengindonesiakannya. Dalam bahasa Indonesia mmhg dibaca sebagai milimeter air raksa. Kenapa demikian? Hg adalah lambang kimia dari Hydrargyrum, yang artinya merkuri atau air raksa. mmHg digunakan sebagai satuan tekanan terutama pada pengukuran tekanan darah. Tekanan darah manusia biasanya dinyatakan dalam dua angka yaitu tekanan darah sistolik dan diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan yang muncul saat jantung memompa dan tekanan diastolik adalah tekanan yang terukur saat jantung istirahat di 2 pompaan. Oleh karena itu tekanan sistolik selalu lebih tinggi dari tekanan diastolik. Contoh tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg atau milimeter air raksa.