Penyakit herpes disebabkan oleh apa? Ini dia biangnya!

Mungkin sudah pada tahu penyakit Herpes itu apa. Bagi yang belum tahu penyakit Herpes adalah salah satu penyakit kulit dengan ciri utama kulit melepuh seperti terisi cairan bening, kemudian timbul rasa sakit seperti terbakar dan sangat perih. Berbeda dengan penyakit kulit lainnya maka gambaran penyakit herpes biasanya tidak disertai dengan nanah. Kecuali jika sudah berlangsung lama dan sudah diinfeksi oleh bakteri. Kalangan medis biasanya menyebutnya sebagai infeksi sekunder. Sedangkan infeksi primernya sendiri adalah oleh herpes. 

Menjawab judul artikel ini yaitu penyakit Herpes disebabkan oleh apa? Maka jawabannya penyakit Herpes disebabkan oleh virus. Nama virus penyebab penyakit Herpes disebut virus Herpes simplex. Ada dua jenis tipe virus Herpes simplex yang sering mengenai manusia yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 biasanya ditularkan melalui sentuhan kulit, sedangkan tipe 2 biasanya ditularkan melalui adanya kontak hubungan kelamin di mana salah satu pelaku hubungan kontak tersebut adalah sedang menderita herpes kelamin. 

Kadang-kadang jika daya tahan tubuh kita kurang atau karena sesuatu sebab lain virus herpes ini dapat kambuh sewaktu-waktu. Oleh karena itu sebaiknya kenali pencetusnya sehingga dapat dihindari kekambuhannya di lain waktu. 

Untuk membunuh penyebab penyakit herpes dokter biasanya meresepkan obat-obat antivirus seperti asiklovir, valasiklovir, famsiklovir, pansiklopir. Sedangkan untuk meredakan rasa nyeri dengan sensasi seperti terbakar dokter biasanya memberikan obat pereda nyeri seperti Paracetamol atau ibuprofen. Jika muncul nanah yang artinya sudah terjadi infeksi lain oleh bakteri maka dibutuhkan antibiotik untuk meredakannya. 

Demikian artikel penyakit Herpes disebabkan oleh apa semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, terima kasih. 

Baca Juga

Yuk pasang ...
"Kalender Indonesia Lengkap"

Apakah Penyakit Kusta Menular? Ini Jawabannya

Apakah penyakit kusta menular dari satu orang ke orang lainnya atau dari penderita ke yang bukan penderita?

Penyakit kusta disebut juga penyakit lepra. Penyebabnya adalah bakteri mycobacterium leprae. Bakteri ini merupakan sepupu dekat dari bakteri penyebab penyakit tuberkulosis yaitu mycobacterium tuberculosis. 

Bakteri penyebab penyakit kusta atau penyakit lepra biasanya akan menyerang sel saraf tepi. Itulah sebabnya gejala awal yang muncul adalah bintik-bintik pada kulit yang berwarna keputihan atau sebaliknya berwarna agak terang yang jika ditusuk-tusuk dengan jarum tidak terasa. Mengapa demikian karena bintik tersebut syaratnya sudah rusak. 

Pada penyakit kusta yang berat dapat muncul kecacatan berupa kelopak mata yang tidak bisa menutup dengan baik, mati rasa pada kaki dan tangan, serta jari kaku dan memendek dan kadang-kadang jari tersebut bisa putus dengan sendirinya. 

Karena disebabkan oleh bakteri maka penyakit kusta atau lepra ini adalah bersifat menular. Walaupun demikian resiko penularannya sangat kecil. Artinya dari sekian banyak orang hanya orang-orang tertentu saja yang bisa terkena. Orang-orang tersebut antara lain yang hidup kontak erat dan lama dengan penderita kusta yang belum diobati atau tinggal memang di daerah yang banyak penderita penyakit kustanya. Ada lagi yang gampang kena penyakit kusta yaitu yang mengalami kecacatan genetik dalam tubuhnya sehingga bakteri penyebab penyakit kusta dapat berkembang biak dengan leluasa. 

Bagi Anda yang mempunyai daya tahan tubuh yang bagus dan pola hidup sehat dan bersih yang selalu terjaga maka sangat kecil kemungkinan untuk tertular penyakit lepra. Selain itu penyakit ini biasanya masa inkubasinya sangat lama yaitu antara 2 sampai 5 tahun sejak terpapar pertama kali. 

Jika kusta ditemukan secara cepat yaitu pada tahap baru muncul bintik-bintik di kulit sedikit dan mati rasa maka dapat diobati dengan segera dan biasa penyembuhannya sangat bagus. Jika pengobatan dilakukan dengan segera maka gejala-gejala yang mengerikan di atas seperti mata yang kurang bisa menutup atau jari kaki yang kaku atau putus biasanya tidak akan terjadi. 

oleh karena itu jika mengalami ada seperti panu di kulit bentuknya kecil atau kulit tiba-tiba berwarna gelap kecil dan tusuk bagian tengahnya dengan peniti jika tidak terasa maka segeralah ke rumah sakit atau ke Puskesmas untuk memeriksakan diri. Jika betul terkena leveral jangan panik karena dengan pengobatan yang cukup bagus yang tersedia di Puskesmas biasanya penyakit ini dapat sembuh dengan baik. Meskipun pengobatan lepra biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama minum obatnya. 

Demikian artikel "apakah penyakit kusta menular?" Semoga bermanfaat. 

Baca Juga

Yuk pasang ...
"Kalender Indonesia Lengkap"

Nama Virus Leptospirosis

"Halo dok, izin bertanya apa nama virus leptospirosis?"

Sebelum kami menjawab maka kami ingin meluruskan terlebih dahulu bahwa penyakit leptospirosis atau penyakit kencing tikus bukan disebabkan oleh virus. Penyakit leptospirosis disebabkan oleh sejenis bakteri. 

Apakah virus dan bakteri berbeda?

Iya tentu saja walaupun keduanya dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Virus biasanya bekerja dengan cara membajak sel manusia dan menggunakannya sebagai mesin untuk memperbanyak diri. Contoh virus penyebab penyakit antara lain virus HIV, virus polio, virus hepatitis, dan lain sebagainya. 

Ukuran virus juga sangat kecil jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri. Walaupun keduanya secara kasat mata tidak bisa dilihat. Untuk melihatnya perlu alat yang disebut mikroskop. 

Adapun bakteri, perbedaan utamanya dibandingkan dengan virus, adalah bakteri memperbanyak diri dengan membelah diri. Bakteri berkembang biak dari satu sel membelah diri menjadi dua sel bakteri. Dari dua itu kemudian berkembang menjadi empat dan dari 4 berkembang menjadi 16, demikian seterusnya. 

nama virus leptospirosis

Sekali lagi penyebab penyakit leptospirosis bukanlah virus tetapi bakteri. Nama bakterinya adalah Leptospira interrogans

Bakteri leptospira berbentuk seperti spiral panjang dengan ukuran 0,5 mikrometer. Sangat kecil. Bakteri ini biasanya hidup di pembuluh ginjal hewan-hewan tertentu seperti tikus. Oleh karena itu, bakteri ini biasa ditemukan di air kencing beberapa hewan termasuk tikus. Itulah sebabnya penyakit leptospirosis juga disebut penyakit kencing tikus. 

Jika sudah masuk ke dalam air bakteri ini tidak langsung mati tapi dapat bertahan hidup cukup lama yaitu sekitar 1 bulan. Inilah alasan mengapa pada saat banjir penyakit leptospirosis kasusnya naik. Karena bakteri leptospira merambah ke mana-mana mengikuti air yang sedang melimpah. 

Proses penularannya biasanya terjadi jika seseorang ada luka dan kemudian secara tidak sengaja terkontaminasi oleh kencing tikus atau air yang mengandung bakteri leptospira. Bakteri leptospira kemudian akan masuk ke dalam tubuh manusia lewat luka tersebut dan berkembang biak memperbanyak diri di sekujur tubuh. 

Jika tidak segera diobati maka dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan berakibat fatal bagi nyawa penderitanya. 

Obat untuk penyakit leptospirosis cukup sederhana yaitu dengan antibiotik. Dengan pemberian antibiotik yang tepat pada waktu yang tepat yaitu pada saat penyakit belum terlalu parah biasanya menyebabkan pasien sembuh dengan baik. 

Demikian artikel "Nama Virus Leptospirosis" ini semoga bermanfaat. 

Baca Juga

Yuk pasang ...
"Kalender Indonesia Lengkap"

Ini Dia Perbedaan Cyclofem dan Triclofem, Pilihan Terbaik Suntik KB!

Ada yang masih bingung dengan perbedaan cyclofem dan triclofem? Keduanya merupakan pilihan suntik KB yang bisa wanita gunakan setelah melahirkan atau bagi yang mau menunda kehamilan. Apa saja letak perbedaan keduanya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Manfaat Cyclofem dan Triclofem

Awali dengan mengetahui perbedaan manfaat keduanya. Secara garis besar, keduanya memang berfungsi sebagai alat kontrasepsi. Namun, untuk Triclofem selain untuk kontrasepsi juga punya manfaat lain.

Selain sebagai alat kontrasepsi, dokter juga kadang meresepkan Triclofem untuk pengobatan beberapa jenis kanker. Mulai dari kanker rahim dan kanker ginjal. Obat ini juga diduga dapat mencegah serta menghambat perkembangan sel kanker sekaligus meredakan gejalanya.

Masih ada tujuan lain para dokter bisa meresepkan Triclofem pada pasien. Anda dapat konsultasikan langsung pada kalangan dokter professional untuk informasi lebih lanjut supaya lebih jelas. Dalam pembahasan kali ini lebih difokuskan pada penggunaan Triclofem sebagai alternatif kontrasepsi jika kontrasepsi oral maupun IUD sedang tak tersedia.

Sementara untuk cyclofem ini memang disarankan para dokter penggunaannya khusus sebagai kontrasepsi pencegah kehamilan. Cara kerjanya sebenarnya mirip dengan pil KB yaitu pil KB kombinasi.

Baik KB suntik maupun pil KB, keduanya mengandung hormon yang nantinya dapat mempengaruhi kerja tubuh. Secara umum, cyclofem atau KB suntik akan membantu menunda kehamilan dengan cara:

●      Mencegah ovulasi atau pelepasan sel telur

●      Mengentalkan lendir serviks sehingga sperma akan sulit berenang di dalam rahim

●      Menipiskan dinding rahim, dengan begitu penempelan sel telur pada dinding rahim hampir tak akan pernah terjadi

Waktu Penggunaan

Perbedaan cyclofem dan triclofem selanjutnya yaitu waktu penggunaan keduanya. Satu lagi ini untuk konteks keduanya dipergunakan sebagai alat kontrasepsi.  Untuk cyclofem sendiri adalah KB suntik 1 bulan atau alat kontrasepsi yang diberikan setiap bulan. Sementara triclofem setiap 3 bulan sekali.

Kandungan

Berikutnya perbedaan mengenai kandungan keduanya. Kalau KB suntik 1 bulan atau cyclofem adalah kontrasepsi hormonal yang mengandung campuran hormon estrogen dan progestin.

Berbeda dengan triclofem yang mengandung komposisi aktif yaitu medroxyprogesterone acetat. Medroxyprogesteron buatan ini sendiri berguna untuk mengatasi amenore sekunder, pendarahan uterus abnormal, hingga kondisi lainnya.

Selain itu, medroxyprogesterone juga merupakan progesterone sintetik yang mengubah fase proliferative endometrium menjadi fase sekretori. Zat aktif tersebut mempunyai beberapa aktivitas androgenic dan anabolic, namun tak memiliki efek estrogenic.

Pada penggunaan secara parenteral, dapat menyebabkan penghambatan gonadotropin hipofisis. Dengan begitu dapat mencegah maturasi dan ovulasi folikel.

Dosis Pemberian

Perbedaan cyclofem dan triclofem berikutnya bisa dilihat dari dosis. Walaupun begitu, baik cyclofem maupun triclofem sebetulnya punya persamaan, yaitu keduanya merupakan jenis obat keras. Maka, penggunaannya pun harus selalu dengan resep dokter. Selain itu, juga harus dilakukan oleh tenaga medis professional.

Awali dengan dosis suntikan Cyclofem yaitu suntikan pertama harus diberikan dalam kurun waktu 5 hari pertama pasca haid. Kemudian suntikan harus dilakukan berulang tiap bulan dengan jarak 28 ± 3 hari.

Pemberian dosis dilakukan dengan cara penyuntikan melalui injeksi intramuskular atau IM (injeksi ke dalam otot tubuh). Proses ini dilakukan secara rutin bila ingin mendapatkan hasil yang diinginkan secara maksimal. Jangan lupa penggunaan juga harus diawasi oleh tenaga medis professional.

Semetara untuk triclofem juga merupakan obat keras. Penggunaannya harus dengan izin dokter professional. Selain itu oleh karena jenis obat keras, mendapatkannya juga perlu resep dari dokter.

Untuk pemberian dosisnya sendiri adalah 150 mg atau 1 ml setiap 3 bulan. Caranya dengan injeksi intra muscular ke dalam pada otot gluteal (otot bokong) atau deltoid (otot membentuk struktur bulat pada bahu). Untuk injeksi pertama harus diberikan dalam 5 hari pertama siklus haid.

Efek Samping

Semua obat sepertinya punya efek samping. Begitu juga alat kontrasepsi seperti cyclofem dan triclofem ini. Perbedaan cyclofem dan triclofem dari segi efek samping sebenarnya tak terlalu menonjol. Untuk efek samping dari Cyclofem sendiri pada umumnya yang sering dirasakan adalah mulai, sakit kepala, nyeri dada, berat badan naik, hingga pendarahan endometrium.

Selain itu, cyclofem juga tidak dapat mencegah penyakit kelamin menular seksual. Sebagian besar wanita yang melakukan suntik KB cyclofem juga mengalami siklus menstruasi yang tak beraturan. Jadi bagi Anda yang sebelumnya mengalami siklus bulanan normal, besar kemungkinan bisa berubah menjadi tidak teratur setelah suntik KB cyclofem ini.

Sementara untuk efek samping penggunaan triclofem sendiri tidak beda jauh. Selain menstruasi tidak teratur, perubahan berat badan, sakit kepala, serta pusing bisa juga Anda mengalami keluhan lain. Mulai dari perut yang bermasalah seperti terasa kembung atau kram.

Selain itu, tidak sedikit orang yang merasa mudah mengantuk, badan lemas seperti tak bertenaga, muncul jerawat, keputihan, gatal pada vagina, sensasi panas di tubuh sampai rambut rontok setelah suntik KB triclofem.

Beberapa nyeri biasanya juga turut dirasakan oleh orang-orang setelah suntik KB triclofem. Baik nyeri di bagian persendian atau payudara. Perlu dicatat jika tidak semua orang pasti mengalami semua efek samping yang disebutkan tadi. Bisa juga ada yang merasakan hal lain tapi belum dituliskan.

Pada intinya, apabila Anda merasa khawatir atau ada yang mengganjal apapun itu mengenai efek samping pasca suntik KB, ada baiknya langsung konsultasikan saja. Bisa ke dokter atau apoteker Anda.

Interaksi Obat

Untuk interaksi obat cyclofem dengan obat lain (oral atau injeksi) yang digunakan belum ada informasi lebih lanjut. Harap konsultasikan saja dulu pada dokter professional untuk efektivitas dan menekan risiko efek samping.

Namun, penggunaan triclofem tidak boleh diberikan bersamaan dengan aminoglutethimide. Hal ini bisa berisiko menekan kadar serum medroksiprogesteron.

Metode Penyimpanan

Selanjutnya tentang perbedaan cyclofem dan triclofem terkait metode penyimpanan. Sebenarnya, keduanya harus ditempatkan di spot yang benar. Hal ini karena dapat berpengaruh pada kinerja obat itu sendiri.

Khusus untuk penyimpanan cyclofem, Ada harus menempatkannya pada tempat yang sejuk dan kering di bawah suhu 30 derajat celcius. Anda bisa menaruhnya di kotak obat khusus, kotak P3K, atau laci lemari.

Sementara untuk triclofem, harus disimpan pada suhu ruangan. Setiap merek mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Sehingga penting bagi Anda untuk selalu memperhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan. Ada baiknya tanyakan langsung pada apoteker supaya lebih aman.

Diantara perbedaan tersebut baik cyclofem maupun triclofem sama-sama produk yang harus diperhatikan penyimpanannya. Seperti Anda harus menjauhkan obat dari paparan sinar matahari langsung, air, dan panan.

Selain itu terkait pembuangannya pun tak boleh sembarangan. Jarum bekas suntik keduanya tak boleh dibuang ke tempat sampah biasa. Sebab, hal tersebut dapat berpotensi merusak lingkungan.

Itu dia tadi perbedaan cyclofem dan triclofem secara garis besar. Anda dapat menggunakannya sebagai bahan referensi sebelum memutuskan untuk memilih jenis suntik KB yang mana antara keduanya. 

Baca Juga

Yuk pasang ...
"Kalender Indonesia Lengkap"

Cara Alami Mengobati Demam Berdarah

Pengertian Demam Berdarah (DBD)

Demam Berdarah atau DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Biasanya penderita BDB mengalami rasa nyeri yang luar biasa, seolah-olah terasa sakit hingga ke tulang.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita DBD terbanyak di seluruh dunia, dan menempati peringkat kedua setelah Brazil. Menurut data Kementrian Kesehatan Indonesia tahun 2013, jumlah penderita DBD di seluruh 31 provinsi mencapai 48.905 orang, termasuk 376 orang diantaranya meninggal dunia.

Penyebab, Gejala & Cara Alami Mengobati Demam Berdarah / DBD

Penyebab Demam Berdarah ( DBD )

Demam Berdara atau DBD adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi (seperti di kota-kota besar) yang memiliki iklim lembap dan hangat.

Populasi penduduk yang terus bertambah dan mobilitasnya yang terus meningkat telah menyebabkan virus ini menyebar luas di dalam kelompok-kelompok yang berbeda.

Virus dengue umumnya berkembang biak dalam genangan air, baik itu genangan air yang ada di lingkungan luar rumah seperti waduk atau selokan yang tidak mengalir, maupun di dalam rumah seperti di bak mandi. Selain itu DBD biasanya berkembang di wilayah yang tingkat sanitasinya buruk seperti di kota-kota berpenduduk padat yang terletak di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Gejala Demam Berdarah ( DBD )

Gejala Demam Berdarah biasanya akan dirasakan atau terlihat pada penderita setelah tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul.

Selain Demam Tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius, berikut beberapa gejala DBD yang lainnya :

  • Munculnya bintik-bintik merah pada kulit
  • Sakit kepala parah
  • Tubuh menggigil
  • Nyeri pada perut dan mual-mual
  • Sakit tenggorokan
  • Wajah yang berwarna kemerahan
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri hebat pada tulang dan sendi
  • Rasa sakit bagian belakang mata
  • Nyeri hebat pada otot-otot punggung bawah, lengan, hingga kaki
  • Pendarahan yang tidak wajar, seperti gusi berdarah, mimisan, atau darah pada air seni

Jika anda ataupun saudara anda ada yang mengalami gejala gejala seperti diatas, alangkah baiknya untuk segera memeriksakan diri kedoter untuk mengetahui apakah anda ataupun saudara anda yang merasakan gejala tersebut mengidap DBD.

Jika gejala tersebut dapat terdeteksi sejak dini dan segera diobati, maka gejala tersebut biasanya akan reda dalam waktu beberapa minggu. Umumnya penderita DBD akan merasa sangat lelah ketika gejala penyakit tersebut mereda. Sesudah mereda, biasanya pasien akan butuh waktu beberapa minggu lagi untuk sembuh total.

Cara Alami Mengobati Demam Berdarah

Dilansir dari situs surabayanews.co.id terdapat beberapa tanaman obat yang dipercaya dapat mengobati penyakit mematikan demam berdarah, beberapa diantaranya yaitu :

Pepaya (Carica papaya)

Untuk ramuan DBD, digunakan daun pepaya jantan (pepaya gandul). Daun pepaya mengandung berbagai enzim seperti papain, karpain, pseudokarpain, nikotin, kontinin, miosmin, dan glikosida karposid.

Manfaat empiris daun pepaya gandul adalah getah daun muda untuk obat pencahar, daunnya merangsang sekresi empedu serta sebagai obat sakit perut, demam malaria, dan penyakit cacing serta membantu proses pencernaan. Daun pepaya sudah digunakan sebagai bahan ramuan obat di 23 negara dan mendapat prioritas sebagai tanaman obat utama menurut WHO.

Hasil penelitian mengenai khasiat daun pepaya menunjukkan bahwa papain pada daun pepaya memiliki efek terapi pada penderita inflamasi atau pembengkakan organ hati, mata, kelamin, dan usus halus. Pembengkakan organ hati ditemukan pada penderita demam berdarah. Di samping itu, daun pepaya juga memiliki aktivitas anti oksidan, anti koagulan, serta menyembuhkan luka lambung dan usus.

Kunyit (Curcuma domestica)

Kunyit telah lama dimanfaatkan dalam ramuan obat tradisional untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, seperti stomakik, stimulan, karminatif, haematik, hepato-protektor, mengobati luka lambung dan ulser, sebagai pewarna makanan, bumbu, anti spasmodik, anti imflamasi, gangguan pencernaan, dan sebagai insektisida, bahan kosmetik, dan anti oksidan. Rimpang kunyit mengandung minyak atsiri (turmeron, zingiberene) dan zat berkhasiat dari golongan kurkuminoid (kurkumin I, II, dan III).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunyit memiliki aktivitas sebagai anti mikroba (berspektrum luas), antivirus HIV, anti oksidan, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara, anti invasi sel kanker, anti reumatoid artritis (rheumatik), dan untuk mengobati penyakit pencernaan (tukak lambung).

Jambu Biji (Psidium guajava)

Daun jambu biji sudah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Secara empiris, daun jambu biji bersifat anti biotik dan telah dimanfaatkan untuk anti diare, sedangkan buahnya untuk obat pencahar, tanin mempersempit urat darah. Daun jambu biji mengandung tanin, minyak atsiri, minyak lemak, dan minyak malat, sedangkan buahnya mengandung vitamin C yang tinggi.

Hasil penelitian yang dikutip dari berbagai sumber menunjukkan daun jambu biji terbukti dapat menghambat aktivitas enzim reverse transcriptase dari virus dengue, tanin menghambat enzim reverse transcriptase maupun DNA polymerase dari virus serta menghambat pertumbuhan virus yang berinti DNA maupun RNA.

Hasil uji klinis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kering daun jambu biji selama 5 hari mempercepat pencapaian jumlah trombosit >100.000/µl, pemberian ekstrak kering setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit >100.000/µl setelah 12-14 jam, tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Dengan demikian, ekstrak daun jambu biji dapat digunakan untuk pengobatan kuratif demam berdarah. (aven)

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Penyebab, Gejala & Cara Alami Mengobati Demam Berdarah / DBD. Semoga saja dengan adanya informasi ini dapat membantu anda dalam mengatasi masalah demam berdarah yang sedang di derita

Baca Juga

Yuk pasang ...
"Kalender Indonesia Lengkap"